Posts

Matahari dan Angin

Image
Pada suatu hari angin melihat seorang pemuda yang sedang berjalan di desa. Lalu angin mengajak matahari untuk berlomba. ”Mari kita berlomba siapa yang berhasil membuat pemuda itu melepaskan jaketnya” kata angin. Kemudian matahari menjawab tantangan tersebut dengan berkata “oke, mari kita berlomba”. Angin pun mengatakan dengan lantang: “Hai Matahari lihat saja nanti pasti aku yang akan menang”.   Kemudian perlombaan pun dimulai. Angin menggunakan tenaganya dengan sekuat mungkin agar jaket yang dikenakan pemuda itu terlepas dari badannya. Dan jaket tersebut pun dapat terlepas dari pemuda tersebut, namun pemuda itu berhasil menangkap jaketnya dan memakai kembali karena merasa kedinginan. Sehingga angin gagal dalam perlombaan tersebut. Selanjutnya giliran matahari untuk mencoba kehebatannya. Matahari berusaha untuk memancarkan sinarnya sekuat mungkin. Karena pemuda itu merasa merasa kepanasan karena suhu udara meningkat, dia pun membuka jaketnya sendiri. Dengan demikian m...

Sahabat dalam Suka dan Duka

Image
Ada dua anak laki-laki bernama Fikri dan Fahri. Mereka berdua adalah sahabat sejak kecil. Pada suatu hari mereka pergi bermain ke hutan. Sesampai disana mereka mencari kayu untuk bermain perang-perangan. Tiba-tiba muncul seekor beruang. Mereka sangat terkejut dan tanpa berfikir panjang Fahri segera lari ke atas pohon meninggalkan Fikri seorang diri di bawah. Seketika itu Fikri sangat takut, dia pun mengingat pesan kakeknya yaitu jika ada hewan buas maka berpura-puralah mati karena hewan tidak suka makan makhluk yang mati. Akhirnya Fikri berpura-pura mati dengan cara menahan nafas. Beruang pun mendekati Fikri untuk memastikan bahwa anak tersebut sudah mati. Lalu beruang pun yakin dan segera meninggalkan Fikri. Setelah suasana tenang, Fahri turun dari pohon dan menghampiri Fikri seraya bertanya: “Apakah yang dibisikkan oleh beruang kepadamu?”, “Beruang itu berpesan supaya seseorang tidak meninggalkan sahabatnya ketika mengalami kesulitan”, jawab Fikri sambil meninggalkan Fahri di...

Kisah Puteri Amani

Image
Pada suatu pagi ,Raja mengajak putri Amani menunggang kuda di lapangan. Ini adalah kali pertama putri Amani menunggang kuda di luar istana. “Ya ayah,aku datang” kata putri Amani yang gembira dan memilih kudanya yang bernama Darin. Mereka pergi pagi – pagi sambil di temani oleh dua pengawal. Mereka melewati jembatan yang di bawahnya   ada air sungai yang mengalir. “Aku sudah tidak sabar untuk menunggang kuda di lapangan itu”   kata putri Amani. Putri Amani begitu ceria menaiki kudanya. Raja memberitahu putri Amani bahwa mereka harus melewati hutan untuk sampai di lapangan itu. “Aku tak takut!” kata putri Amani. Apabila mereka sampai di hutan ,tiba – tiba muncul seekor beruang. Darin yang kecil ketakutan dan lari tidak tahu jalan. Putri Amani berpegangan agar tidak jatuh. Darin berlari sangat cepat. Putri Amani mencoba menenangkan Darin. “Tenang Darin.... Beruang itu sudah tidak ada” Kemudian putri Amani melihat sekeliling. “Astaghfirullah , kita tersesat Darin”. Putri Amani...